Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Ormas di Yogyakarta: Memperkuat Persatuan Indonesia

Yogyakarta, 11 Juni 2024 - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Ormas" dengan tema "Implementasi Sila Ketiga - Persatuan Indonesia". Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB di Hotel Abadi, Jalan Pasar Kembang No. 49, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, dan dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai organisasi masyarakat (ormas).

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten dalam bidangnya:

  1. Moch. Faried Cahyono, SE dari Pusat Studi Perdamaian dan Keamanan UGM
  2. Octo Noor Arafat, S.IP (Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta)
  3. Raden Mas Priyo Dwiarso (Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta)
  4. Ramadhanti Firmaningsih sebagai moderator dari Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Widyastuti, S.S., M.Hum, Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta, membuka acara dengan ucapan syukur kepada Allah SWT dan menyambut para peserta serta narasumber. Beliau menekankan pentingnya konsolidasi dan koordinasi ormas dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Widyastuti juga menyoroti tema sila ketiga Pancasila, yang mengandung makna kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah air, serta pentingnya internalisasi nilai-nilai kebangsaan.

Dalam pemamparannya Moch. Faried Cahyono, SE menyampaikan pentingnya perdamaian dunia dengan mengaitkan konflik global seperti perang Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina. Ia juga menyajikan data ekonomi Indonesia dari tahun 1969 hingga 2022, menyoroti kinerja pemerintahan dalam mengatasi pengangguran dan utang negara. Faried menekankan pentingnya pencegahan konflik sosial melalui pemetaan masalah, kebijakan yang tepat, dan analisis stakeholder.

Pemateri berikutnya disampaikan oleh Octo Noor Arafat, S.IP (Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta), Dalam materinya Octo menyoroti visi Indonesia 2045 yang mencakup generasi unggul, ekonomi maju, pembangunan inklusif, dan ketahanan nasional. Ia juga membahas tantangan yang dihadapi bangsa, seperti meningkatnya kekerasan remaja dan ketidakjujuran. Octo mengutip buku Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menekankan pentingnya menjalankan nilai Pancasila, mencintai produk dalam negeri, dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Pemateri terakhir disampaikan oleh Raden Mas Priyo Dwiarso, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Dalam sesi nya Priyo mengajak peserta memahami sejarah Indonesia melalui pilar-pilar negara seperti Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia membahas peran penting Sultan Hamengkubuwono IX dalam sejarah Yogyakarta dan kontribusi beliau pada masa pasca-kemerdekaan hingga era Orde Baru. Priyo menekankan indahnya keberagaman Indonesia yang tercermin dalam semboyan "Indonesia Mini" di Yogyakarta.

Kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antara ormas dan Pemerintah Kota Yogyakarta, serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya implementasi sila ketiga Pancasila. Acara ini diharapkan dapat memotivasi ormas untuk terus berkontribusi dalam menjaga kondusivitas dan keberagaman di Kota Yogyakarta.