Bakesbangpol Kota Yogyakarta Gelar FGD Pluralisme, Bahas Keberagaman dan Toleransi

Yogyakarta, 4 Februari 2025 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pluralisme di Hotel @HOM Premiere Timoho By Horison. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan organisasi, antara lain Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO), serta Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia (IKPMDI).

FGD ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Susanto Dwi Antoro, SE (Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PDI Perjuangan), Prof. Dr. Phil. H. Al Makin, S.Ag, MA (UIN Yogyakarta), dan Gusremon, SH (Ketua Ikatan Keluarga Besar Minang Yogyakarta).

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk merumuskan gagasan dan langkah konkret dalam menguatkan pluralisme di Yogyakarta. Berikut rangkuman hasil diskusi dari masing-masing kelompok:

Kelompok 1:
Menginisiasi kampanye dan penyuluhan seputar pluralisme melalui media sosial. Mengingat remaja saat ini lebih aktif di platform digital, konten-konten yang dibuat dapat lebih mudah diakses dan menjangkau lebih banyak orang.

Kelompok 2:
Membentuk perkumpulan lintas etnis di tingkat kemantren dan mengadakan kegiatan seperti gathering. Melalui pertemuan ini, keberagaman budaya yang ada di Yogyakarta dapat lebih disosialisasikan dan dipahami bersama.

Kelompok 3:
Mendorong lebih banyak kegiatan seni dan budaya seperti parade budaya. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman akan keberagaman, tetapi juga dapat menarik wisatawan untuk mengenal lebih jauh budaya Kota Yogyakarta.

Kelompok 4:
Mengusulkan agar Bakesbangpol berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menerapkan kebijakan tertentu bagi pendatang, seperti persyaratan surat berkelakuan baik. Selain itu, perlu lebih banyak pertemuan dan forum diskusi seperti FGD ini untuk membahas keberagaman secara rutin.

Kelompok 5:
Memanfaatkan media sosial secara maksimal dalam menyebarluaskan nilai-nilai pluralisme dengan menggandeng influencer lokal. Selain itu, program-program yang telah berjalan harus lebih dimaksimalkan agar memberikan dampak yang lebih luas.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan keberagaman di Kota Yogyakarta dapat terus terjaga, dan masyarakat semakin memahami pentingnya hidup berdampingan dengan saling menghormati perbedaan. Bakesbangpol Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. (Ann)